KTA dan kredit multiguna menjadi alternatif solusi financial leverage bagi karyawan, profesional, atau pengusaha. Financial leverage adalah strategi pembiayaan untuk mempercepat pertumbuhan aset produktif dan menstabilkan arus kas.
Pilih KTA atau kredit multiguna bukan soal mana yang “lebih bagus”, tetapi yang lebih sehat untuk kondisi finansial bisnis dan personal.
Masalahnya, banyak profesional baru merasakan dampak dari keputusan finansial yang salah saat arus kas menipis, dana darurat hilang, dan reputasi kredit tertekan sementara perlu modal tambahan untuk pengembangan bisnis.
Financial Leverage, Bukan Sekadar Menambah Kredit
Dalam pengembangan bisnis, strategi financial leverage dapat berfungsi untuk membeli aset produktif, memperluas kapasitas produksi, menutup kredit lama berbunga tinggi, dan menjaga likuiditas bisnis tanpa menunggu akumulasi modal. Bukan sekadar ambil kredit untuk modal bisnis, kredit produktif ini menjadi sumber dana untuk menghasikan pendapatan tambahan.
Misalnya, Anda mengajukan pembiayaan Rp100 juta untuk usaha catering. Dana ini digunakan untuk beli peralatan dan bahan baku. Jika omzet konsisten lebih besar dari angsuran kredit per bulan, strategi financial leverage bekerja dengan sehat.
Seandainya arus kas negatif, angsuran menekan kondisi finansial, dan tidak ada rencana keluar dari kredit, strategi ini akan menjadi beban jangka panjang.
KTA vs Kredit Multiguna, Mana yang Tepat untuk Profesional dan Keluarga Muda?
KTA adalah pinjaman kredit tanpa agunan dengan pembiayaan cepat karena tanpa agunan. Sementara itu, kredit multiguna menggunakan agunan (biasanya rumah) menawarkan bunga lebih rendah dan tenor panjang karena ada aset jaminan.
| Kriteria | KTA | Multiguna |
|---|---|---|
| Agunan | Tidak Ada | Rumah/properti |
| Bunga | Bunga relatif lebih tinggi. Rata-rata 12-36% per tahun | Bunga lebih rendah |
| Tenor | Tenor pendek | Tenor panjang |
| Limit | Hingga Rp300 juta | Hingga Rp2 Miliar |
| Tujuan | Konsumsi darurat untuk kebutuhan cepat jangka pendek | Stabilisasi & konsolidasi pemulihan jangka panjang |
Berdasarkan karakteristiknya, KTA relevan untuk kebutuhan cepat dan sementara. Untuk kebutuhan jangka panjang yang stabil, kredit multiguna lebih relevan untuk pengembangan aset dan restukturisasi kredit. Hal ini karena ada ruang bernapas pada arus kas.
Kesalahan Umum saat Gunakan Strategi Financial Leverage
Banyak orang terjebak karena:
- Fokus pada pembayaran yang cepat, bukan bukan total biaya angsuran.
- Menggabungkan utang pribadi dan bisnis
- Tidak menghitung dampak ke reputasi kredit
- Mengabaikan buffer dana darurat
- Tidak punya exit strategy untuk meminimalkan risiko gagal bayar
Alternatif Financial Leverage yang Sehat, Tanpa Tambah Beban
Untuk financial leverage jangka panjang, kredit multiguna cenderung memberikan ruang bernapas yang lebih terukur karena:
- bunga lebih rendah
- tenor lebih panjang
- struktur angsuran fleksibel
- dapat digunakan untuk konsolidasi kredit
Umumnya kredit multiguna di Indonesia. Contohnya, kredit multiguna Bank Mandiri, limitnya hingga Rp500 juta. Di Pijar, pembiayaan agunan properti menawarkan limit hingga Rp2 Miliar, angsuran sesuai kondisi finansial, dan tenor panjang hingga 60 bulan. Penting diingat, kunci bukan hanya jenis kredit semata, tetapi struktur keuangan berkelanjutan.
Kunci Financial Leverage Tidak Jadi Masalah
Strategi ini dapat dipertimbangkan jika:
- Total angsuran kurang dari 30-35% pemasukan
- Tujuan pembiayaan untuk stabilisasi & pemulihan arus kas, bukan konsumsi
- Pisahkan keuangan pribadi dan bisnis
- Kenali total angsuran (bunga, provisi, asuransi)
- Punya rencana exit bebas kredit sejak awal
Jika pengajuan kredit justru meningkatkan risiko gagal bayar dan membatasi akses pembiayaan masa depan, strategi ini tidak disarankan.
Saat Kredit Membebani, Jangan Tambah Kredit Baru
Jika kredit perusahaan semakin berat, solusi utama bukan menambah kredit, tetapi memahami ulang kondisi finansial. Di tahap ini, banyak profesional dan pengusaha membutuhkan pendampingan untuk evaluasi struktur utang, sederhanakan cicilan, menyusun ulang arus kas, dan menjaga reputasi kredit.
Sebagai financial & recovery centre, Pijar mendampingi proses tersebut secara terukur. Mulai dari membaca kondisi keuangan hingga konsolidasi kredit agar Anda dapat fokus bisnis dan keluarga dengan tenang.
Jika Anda sedang mempertimbangkan untuk pengembangan usaha atau merasa kredit mulai membebani, Anda dapat konsultasi dengan Credit Consultant untuk memahami opsi terbaik sesuai kondisi finansial Anda.


