Penyebab Keluarga Stress Setelah Lebaran
THR adalah alat finansial, bukan dana konsumsi. Tunjangan Hari Raya atau THR adalah sejumlah uang yang diberikan oleh perusahaan menjelang hari raya. Umumnya, THR sebesar satu kali penghasilan untuk kebutuhan perayaan hari raya.
Prinsip 3S dalam Mengelola THR
- Pengeluaran tanpa batas jelas
Adanya pengeluaran tanpa budget sesuai dengan situasi membuat THR terkuras, tabungan pun terpakai.
- Tidak memisahkan kebutuhan dan gaya hidup
Kebutuhan konsumsi lebadan dan biaya mudik sering tercampur dengan pembelian impulsif dengan alasan “setahun sekali beli”.
- Tabungan diambil untuk menutup pengeluaran
- Saat THR tidak cukup untuk kebutuhan di hari raya, dana darurat pun seringkali terpakai tanpa rencana pengembalian.
- Cenderung belanja tanpa memikirkan dampaknya
- Over-extension sosial
THR habis dan tabungan terpakai untuk belanja, sementara cicilan, sekolah, dan kebutuhan rutin tetap berjalan.
Adanya budaya memberi hampers atau bingkisan hari raya seringkali membuat seseorang memberi atau berbagi melebihi kapasitas finansial demi menjaga relasi.
- Spending = Kebutuhan Esensial
- Saving = Perlindungan Setelah Lebaran
- Sharing = Berbagi Dengan Kesadaran Finansial
Spending
Spending bertujuan mengendalikan risiko emosional saat Lebaran dengan batas yang jelas. Dalam praktik CFP, total pengeluaran Lebaran sebaiknya dibatasi 40–50% dari THR; jika melebihi itu, Anda berisiko over-extension. Spending tidak boleh mengganggu cicilan, biaya sekolah, atau kebutuhan rutin dan bila ragu, turunkan batas ke ≤40%.
Saving
Saving berfungsi mengendalikan risiko finansial setelah Lebaran dengan menyisihkan minimal 20–30% THR. Prioritaskan dana darurat (hingga 3–6 kali pengeluaran bulanan), buffer arus kas pasca-Lebaran, lalu tabungan tujuan menengah seperti pendidikan dan kesehatan.
Sharing
Sharing bertujuan mengendalikan risiko moral dan relasional dengan batas yang sehat. Dalam praktik CFP, alokasi berbagi disarankan 5–10% dari THR dan tidak diambil dari porsi saving; jika berbagi mengganggu cicilan atau membuat saving menjadi nol, itu bukan kedermawanan melainkan financial leakage. Prinsipnya, berbagi yang berkelanjutan lebih sehat daripada berbagi besar lalu stres setelahnya.
Panduan Alokasi THR ala Pijar
Sebagai referensi alokasi THR agar dapat produktif dapat menggunakan metode berikut.
| Alokasi | Rasio Aman | Tujuan Utama |
|---|---|---|
| Spending | 40-50% | Memenuhi kebutuhan Lebaran tanpa mengganggu arus kas |
| Saving | 20-30% | Menjaga bantalan finansial pasca-Lebaran |
| Sharing | 5-10% | Berbagi secara sehat dan berkelanjutan |
| Buffer | ±10% | Ruang aman untuk kebutuhan tak terduga |


