Kadang, hidup memberi kita tugas yang tidak kita minta. Salah satunya: mengetahui bahwa ada utang orang tua yang belum selesai, dan entah bagaimana, kita ikut memikirkannya. Di satu sisi ingin membantu, di sisi lain ada kebutuhan pribadi yang harus dipenuhi. Pertanyaannya: harus bagaimana?
Topik tentang utang memang sensitif. Apalagi jika menyangkut keluarga. Tapi justru karena itulah, perlunya melihat situasi ini dengan kepala dingin, bukan dengan rasa panik.
1. Pahami Kondisinya dengan Tenang
Langkah pertama untuk menghadapi utang orang tua adalah memahami dulu kondisi sebenarnya. Bukan hanya jumlah utangnya, tapi juga:
-
Utang ke siapa?
-
Sudah berjalan berapa lama?
-
Bunganya berapa persen?
-
Ada keterlambatan atau ancaman penagihan?
Terkadang, yang membuat stres bukan hanya utangnya, tapi ketidakjelasannya. Dengan mengetahui detailnya, kita bisa mulai menyusun strategi, bukan sekadar menebak-nebak atau cemas tanpa arah.
2. Komunikasi Tanpa Menyalahkan
Ini bagian yang paling sulit: berbicara baik-baik dengan orang tua tentang utang mereka. Tapi percakapan ini penting, terutama jika situasi sudah mulai mengganggu keuangan keluarga. Bisa mulai dengan kalimat sederhana:
“Aku ingin bantu cari jalan keluar. Boleh aku tahu kondisinya sekarang?”
Tanpa menyalahkan, tanpa menekan, hanya ingin memahami. Ketika komunikasi berjalan baik, rasa saling mendukung akan muncul lebih alami.
3. Buat Prioritas Utang: Mana yang Harus Didahulukan
Tidak semua utang harus langsung dibayar sekaligus. Justru dengan prioritas, proses pelunasan bisa lebih realistis.
Contoh urutan prioritas:
-
Utang berbunga tinggi (biasanya pinjol atau rentenir)
-
Utang yang sudah menunggak
-
Utang jangka panjang dengan bunga ringan
-
Utang keluarga atau teman – tetap penting, tapi biasanya lebih fleksibel
Dengan strategi seperti ini, beban utang orang tua bisa dikurangi perlahan, tanpa harus mengorbankan kebutuhan sehari-hari.
4. Jangan Menanggung Semua Sendiri
Membantu bukan berarti mengambil alih seluruh tanggung jawab. Ada batas yang tetap harus dijaga. Jika penghasilan belum cukup, tidak apa-apa. Mungkin yang bisa diberikan bukan uang — tapi waktu untuk mencari solusi, membantu hitung-hitungan, atau mencari opsi pinjaman yang lebih aman.
Saat ini ada layanan konsolidasi utang atau pinjaman yang bisa menggabungkan beberapa utang menjadi satu tagihan saja. Biasanya bunganya lebih ringan dan jangka waktunya lebih manusiawi. Pilihan seperti ini bisa dipertimbangkan jika utang orang tua sudah tersebar di banyak tempat.
5. Rencanakan Keuangan untuk Dua Generasi
Tujuan utama dari melunasi utang orang tua adalah agar keluarga bisa berjalan dengan tenang dan tidak mengulang kesalahan yang sama di masa depan. Maka akan jauh lebih baik jika proses pelunasan berjalan bersamaan dengan edukasi finansial sederhana:
-
Catat pengeluaran
-
Batasi utang konsumtif
-
Buat dana darurat
-
Ajarkan budgeting kepada seluruh anggota keluarga
Pelan-pelan, keuangan keluarga bisa kembali stabil. Mungkin tidak instan. Tapi stabil bukan hal yang mustahil.
6. Boleh Lelah, Tapi Jangan Lupa Hidup
Membantu keluarga melunasi utang kadang terasa seperti beban yang sunyi. Tidak semua orang mengerti, tidak semua teman memahami. Tapi perjalanan ini bisa menjadi titik balik — bukan hanya untuk finansial, tapi juga kedewasaan.
Ingat hal ini:
-
Tidak harus sempurna
-
Tidak harus menyelesaikan semuanya sendiri
-
Tidak harus diselesaikan dalam seminggu
Membantu keluarga bukan berarti mengorbankan masa depan sendiri. Justru semakin sehat keuangan pribadi, semakin kuat pondasi untuk membantu orang-orang yang kita sayangi.
Utang orang tua mungkin membuat kita berpikir lebih jauh dari usia kita. Tapi dari situ juga, kedewasaan pelan-pelan tumbuh. Tidak selalu mudah, namun tetap mungkin. Jika ingin, ada beberapa opsi yang bisa dicari untuk meringankan utang keluarga, seperti konsolidasi utang atau pinjaman berjaminan dengan bunga lebih rendah salah satunya adalah Pijar.
Jika kamu butuh proses konsolidasi yang jelas, aman, dan dibantu konsultan finansial yang benar-benar memetakan kondisimu, kamu bisa melakukannya lewat Pijar. Ajukan Sekarang!
Karena pada akhirnya, setiap keluarga berhak punya hari yang tenang.


